Koran Online, SORONG– Upaya mengangkat potensi ekonomi kreatif Kabupaten Sorong melalui jalur digital mendapat sokongan penuh dari Senayan. Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Rico Sia, menggandeng Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) untuk menggelar workshop produksi video promosi produk kreatif di Aimas Hotel and Convention Center, Senin (24/11/25).

Fasilitas ini diberikan langsung kepada 50 peserta, didominasi komunitas anak muda pegiat seni dan budaya Sorong. Kegiatan ini bertujuan konkret, membekali talenta lokal dengan literasi dan kemampuan teknis digital. Manfaat utamanya adalah menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cakap memproduksi konten visual berkualitas, sehingga kekayaan alam dan budaya Sorong dapat dipromosikan secara efektif ke pasar digital global, sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku ekonomi kreatif setempat.
Dalam sambutannya, Rico Sia menekankan pentingnya peningkatan kualitas promosi. Ia memuji kapabilitas narasumber yang berpengalaman dalam festival film nasional, seraya mengingatkan para peserta agar menyimak baik-baik.

”Hanya sebatas (potensi) saja tidak cukup untuk mempromosikan apa yang kita punya,” ujar Rico Sia.
Ia mengibaratkan dulu promosi hanya mengandalkan toko fisik dan jaringan lokal sebagai promosi saat ini semakin canggih melalui platform yang tersedia bisa memperkenalkan hingga antar daerah bahkan negara.
”Kalau misalnya kita sendiri tidak mampu untuk memasarkan itu secara digital yang tahu hanya sekitar kita saja,tapi saat ini semua sudah menggenggam dunia artinya hanya dengan HP bisa kita hasilkan karya sederhana menjadi maha karya yang luar biasa.Karena itu menurut saya ini sangat penting sekali untuk diikuti sehingga apa yang dipelajari hari ini bisa menjadi manfaat bagi kaka yang sudah hadir dan bisa menularkan manfaat yang baik diluar sana, “kritiknya tajam.
Rico Sia berharap workshop ini menjadi jembatan bagi anak muda Sorong untuk menguasai teknologi dan informasi agar tidak ketinggalan zaman. “Saya yakin sangat-sangat membantu kita apabila kita mengikuti dengan baik,” tutupnya, sesaat sebelum meresmikan kegiatan dengan menabuh Tifa sebanyak tujuh kali.
Sementara dalam moment ini Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sorong, Hendrik Momot, menyampaikan terima kasih atas inisiatif Rico Sia dan Kemenekraf. Ia menyebut kehadiran mereka sebagai “penolong untuk menjual Kabupaten Sorong,” yang ia yakini harus memprioritaskan pariwisata di atas pembangunan fisik.
Momot menyinggung prestasi Sorong sebagai Nabi Wisata di Pulau Papua (2023) dan Desa Wisata Kampung Malamoi Bisnis yang masuk dalam 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (2024). Ia mengakui tantangan fasilitas pendukung, seperti transportasi khusus wisatawan dan jaringan internet yang masih terbatas, menjadikan pelatihan SDM digital seperti ini semakin krusial.
Tidak kalah menarik Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf, Bulqis Chairina, menyebut ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan nasional, terutama pada Bidang Kreativitas Digital, mencakup film dan video. Bulqis mengingatkan peserta untuk berkolaborasi dalam mengembangkan potensi daerah yang ia sebut sebagai konsep Ekstra, yang merupakan tugas bersama untuk membangun daerah.(ARY)


















































