Koran Online, SORONG-Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan menggelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendamping Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) 2025 sebagai langkah memperkuat kualitas SDM pendamping koperasi untuk mendukung program nasional pembentukan 80.000 koperasi desa/kelurahan.
Pelatihan bertema “SDM dan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045” ini menegaskan peran vital pendamping dalam menerjemahkan kebijakan nasional di tingkat daerah dan memastikan pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi berjalan efektif.
Plt. Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Papua Barat Daya, George Yarangga, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi fondasi pelaksanaan dua Inpres penting:
Inpres No. 9/2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Inpres No. 17/2025 tentang percepatan pembangunan gerai pergudangan dan sarana koperasi.
“Program ini adalah gerakan ekonomi rakyat, penguatan ketahanan pangan, dan penciptaan lapangan kerja,” ujar George, Selasa (18/11/25).
Ia menegaskan struktur pendamping yang ditetapkan Kemenkop terdiri dari Project Management Office (PMO) sebagai pengendali mutu dan Business Advisor (BA) sebagai penjaga kualitas di lapangan. Keduanya wajib memastikan data akurat, laporan tepat waktu, dan pelaksanaan program berjalan seragam.
George juga menekankan tiga fokus utama pendamping:
1.Percepatan implementasi koperasi merah putih di seluruh kabupaten/kota.
2. Pembangunan sistem pelaporan rapi dan tepat waktu.
3.Kehadiran pendamping di lapangan untuk mengawal aktivitas dan data koperasi.

Ia menyoroti potensi besar Papua Barat Daya di sektor pertanian, perikanan, dan hasil alam, yang dapat masuk ke rantai pasok nasional melalui koperasi. Koperasi, katanya, harus menjadi simpul distribusi pangan lokal, terutama untuk mendukung program nasional makan bergizi gratis dan penguatan dapur MBG di wilayah 3T.
“Koperasi bisa membeli dari petani atau nelayan dan mendistribusikannya langsung ke dapur-dapur PPG atau SPP. Ini memperpendek rantai distribusi dan memperkuat ketahanan pangan lokal,” jelasnya.

George berharap pelatihan ini benar-benar meningkatkan kapasitas PMO dan BA sebagai garda depan gerakan koperasi desa/kelurahan.
Pelatihan KDKMP 2025 diharapkan menjadi momentum memperkuat koperasi sebagai soko guru ekonomi rakyat serta memastikan Papua Barat Daya berkontribusi dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.(ARY)


















































