Koran Online, SORONG-Kunjungan kerja Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ke Kabupaten Sorong, Kamis, 30 Oktober 2025, tak sekadar seremonial. Di tengah hamparan sawah Kelompok Tani Sidodadi, Jalan Nusa Indah SP 2, Distrik Mariat, rombongan wakil rakyat itu datang dengan membawa bantuan konkret bagi petani, peternak, dan nelayan Papua Barat Daya.
Wakil Ketua Komisi IV, Alex Indra Lukman, memimpin langsung rombongan dalam kegiatan reses tersebut.
Didampingi Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dan Wakil Bupati Sorong Sutejo, mereka mendengarkan keluh kesah petani, lalu menyerahkan bantuan sarana pertanian, peternakan, dan perikanan senilai miliaran rupiah.
“Semua aspirasi dari petani dan masyarakat akan kami perjuangkan di tingkat pusat. Kami ingin kehadiran kami di sini membawa hasil nyata, bukan hanya janji,” tegas Alex dalam sambutannya.
Sejumlah perwakilan petani, termasuk Timotius Asem, menyampaikan keluhan klasik yang sudah bertahun-tahun menghantui sektor pertanian Sorong: banjir, mahalnya benih unggul, dan minimnya alat pendukung usaha tani.
“Kami ingin pemerintah bantu motor roda tiga untuk angkut hasil panen, pupuk alami dari sapi, dan benih unggul yang harganya kini tidak terjangkau,” ujar Timotius.

Aspirasi itu disambut hangat oleh anggota Komisi IV. Menurut mereka, tantangan seperti keterbatasan irigasi dan regenerasi petani yang melambat harus dijawab dengan kebijakan nyata dan program lapangan yang berkesinambungan.
Sebagai bentuk dukungan langsung, Komisi IV bersama sejumlah mitra kementerian menyerahkan berbagai bantuan untuk sektor pertanian:
Pupuk dari PT Pupuk Indonesia sebanyak 5 ton,benih padi senilai lebih dari Rp65 juta,obat-obatan hama pertanian senilai Rp156 juta.
Alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti rice transplanter, traktor, pompa air, handsprayer, dan power thresher dengan total nilai mencapai lebih dari Rp 660 juta.
Di sektor peternakan, bantuan yang diserahkan antara lain obat-obatan, vitamin, semen beku, benih indigofera, serta peralatan inseminasi buatan senilai sekitar Rp100 juta.
Tak ketinggalan, sektor kelautan dan perikanan juga mendapat perhatian. Komisi IV melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan 150 coolbox, 8 chest freezer, serta 150 paket sembako dan alat pancing dari PT RNI/IDFOOD senilai sekitar Rp70 juta.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Elisa Kambu menegaskan bahwa Kabupaten Sorong dan Sorong Selatan akan menjadi fokus pengembangan lumbung pangan Papua Barat Daya.
“Potensi wilayah kita sangat besar. Jika dikelola dengan serius, Sorong bisa menjadi penopang pangan kawasan timur Indonesia,” ujar Kambu.

Wakil Bupati Sorong Sutejo, S.Pd., menambahkan, kendala utama pertanian Sorong bukan pada tanah atau iklim, tetapi pada regenerasi petani dan keterbatasan infrastruktur. “Sebagian besar petani kita sudah berusia lanjut. Generasi muda harus kita dorong kembali ke sawah, karena pertanian ini masa depan ekonomi kita,” katanya.
Kunjungan Komisi IV DPR RI diakhiri dengan dialog terbuka bersama kelompok tani. Suasana cair, tanpa jarak antara wakil rakyat dan masyarakat. Di balik sapaan akrab dan tepukan tangan petani, terselip harapan agar bantuan kali ini bukan sekadar simbol, tapi awal dari kebangkitan pertanian Sorong. (ARY)


















































