Koran Online, SORONG – Di usia yang ke-61 tahun, Partai Golongan Karya (Golkar) kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat. Dalam rangka memperingati hari ulang tahun partai berlambang pohon beringin itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Papua Barat Daya menggelar aksi sosial berupa penjualan paket sembako murah bagi warga di Kota Sorong.
Kegiatan yang digelar di area Drei Kinder, Kilometer 10 Kota Sorong itu menjadi bagian dari instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Di Papua Barat Daya sendiri, Golkar menyalurkan 1.000 paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat provinsi dan kota Sorong.

“Total sembako yang kami salurkan seluruhnya ada seribu paket. Ini bagian dari kepedulian Golkar kepada masyarakat. Kegiatan seperti ini juga dilaksanakan serentak di kabupaten, kota, hingga provinsi seluruh Indonesia,” ujar Max Hehanussa Ketua Harian DPD Golkar Papua Barat Daya.Sabtu (25/10/25).
Paket sembako itu dijual dengan harga simbolis Rp61 ribu, selaras dengan usia Partai Golkar yang kini menginjak 61 tahun. Sebagian paket disalurkan secara cuma-cuma kepada masyarakat kurang mampu.
“Kita beli paket sembako dengan harga Rp115 ribu, lalu dijual Rp61 ribu.Istimewanya lagi masyarakat cukup membayar Rp 60 ribu.Walaupun nilai yang tertera Rp 61 Ribu. Akan tetapi bagi masyarakat yang kurang mampu, tidak dijual, tapi diberikan secara gratis,” jelasnya.
Setiap paket berisi 5 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir, dan 2 liter minyak goreng. Kegiatan ini, menurut panitia, bukan hanya bentuk bakti sosial, tapi juga ajang mempererat hubungan antara kader partai dan masyarakat akar rumput.
“Kami ingin Golkar tidak hanya dikenal sebagai partai besar, tapi juga partai yang hadir membantu rakyat. Ini menjadi momentum kader Golkar untuk lebih dekat, mendengar, dan merasakan langsung denyut kehidupan masyarakat,” katanya.

Sejak berdiri pada 20 Oktober 1964, Partai Golkar menjadi salah satu kekuatan politik terbesar yang ikut mewarnai perjalanan bangsa. Dari masa Orde Baru hingga reformasi, Golkar dikenal dengan jaringan politiknya yang kuat, terutama dalam pembangunan ekonomi dan pemerintahan daerah.
Dalam enam dekade perjalanannya, Golkar bertransformasi dari kekuatan birokratis menjadi partai politik modern yang terus beradaptasi dengan perubahan zaman. Di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia partai ini mengusung tema ” Golkar Solid Indonesia Maju”.Menekankan pada politik kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat, pemerataan pembangunan, dan stabilitas ekonomi nasional.
Kegiatan sosial seperti di Sorong menjadi cerminan dari semangat lama yang terus dijaga hadir di tengah rakyat. Di usia ke-61, Golkar berusaha mempertegas perannya bukan hanya sebagai mesin politik, tapi juga wadah pengabdian sosial.
“Golkar lahir dari semangat pengabdian dan kebersamaan. Di usia ke-61 ini, semangat itu harus terus hidup dalam setiap kader di seluruh pelosok negeri,” ujar salah satu kader senior partai itu.

Dalam lintasan sejarahnya, Golkar telah melahirkan banyak tokoh nasional, mulai dari presiden, menteri, hingga kepala daerah. Partai ini juga dikenal dengan perannya dalam memperkuat kebijakan pembangunan nasional, termasuk bidang infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.
Di Papua Barat Daya, Golkar berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan politik, hingga mendukung program pemerintah daerah. Aksi sembako murah di Sorong menjadi bagian kecil dari semangat besar itu menanam kembali akar beringin di hati masyarakat.(ARY)


















































