Koran Online,SORONG– Suasana khidmat dan penuh semangat mewarnai pelantikan Ketua dan Badan Pengurus Gabungan Majelis Taklim (GMT) Provinsi Papua Barat Daya masa bakti 2025–2030, yang berlangsung di Kota Sorong, Selasa (05/08/25). Acara ini turut dirangkaikan dengan Rapat Kerja (Raker) I GMT se-Papua Barat Daya, dengan melibatkan enam wilayah: Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Raja Ampat, Tambrauw, Sorong Selatan, dan Maybrat.
Dalam pelantikan yang dihadiri langsung oleh Penjabat Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos, dan Wakil Gubernur Ahmad Nausrau,S.Pd.I., M.M selaku Ketua MUI Papua Barat Daya, Sarbanun Tilolango resmi dikukuhkan sebagai Ketua GMT Provinsi Papua Barat Daya yang baru.
Ketua Panitia, Riyanti Latifa Gazam, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan pembentukan panitia sejak 20 Juli 2025, serta Surat Keputusan Ketua GMT Provinsi Papua Barat Daya Nomor 1/2025. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, baik secara moril maupun materiil, termasuk para donatur dan pengurus GMT secara swadaya. “Kami memohon kepada Bapak Gubernur agar berkenan memberikan sambutan dan membuka rapat kerja ini secara resmi,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutan pertamanya usai pelantikan, Ketua GMT Provinsi Papua Barat Daya, Sarbanun Rumbayan, membawakan pengantar historis terkait lahirnya organisasi GMT. Ia menjelaskan bahwa GMT berakar dari inisiatif lokal di Kabupaten Sorong sejak 5 Oktober 2009, yang kala itu dibentuk sebagai respons terhadap ancaman masuknya paham sesat seperti Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) ke wilayah Sorong.
“GMT lahir dari keprihatinan atas penyebaran aliran sesat yang sempat mendapatkan legalitas administratif. Kami bergerak atas arahan almarhum Ketua MUI Kabupaten Sorong, Bapak Miage, untuk menyusun data dan struktur Majelis Taklim di seluruh distrik,” ujar Sarbanun.
Ia memaparkan bahwa dari penataan tersebut, GMT Kabupaten Sorong berhasil memetakan 116 kelompok Majelis Taklim dengan lebih dari 7.843 jamaah, dan aktif turun langsung ke wilayah-wilayah terpencil meskipun menghadapi medan yang berat. “Kami naik mobil hingga empat jam, menyeberangi laut, bahkan melewati wilayah yang banyak buaya, demi menyambung silaturahmi dan membina umat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sarbanun mengungkap berbagai tantangan yang dihadapi, seperti kurangnya guru ngaji dan ustazah, hingga rendahnya literasi Al-Qur’an dan pengetahuan fardhu kifayah di kalangan ibu-ibu. Sebagai solusi, GMT mendirikan Yayasan Pendidikan dan Taman Kanak-Kanak Islam di wilayah terpencil serta menginisiasi pengiriman ibu-ibu untuk kuliah di IAIN Sorong hingga lulus menjadi sarjana tahun 2019. Sebagian besar kini telah menjadi guru dan ASN di berbagai kabupaten.
Ia juga menegaskan bahwa GMT telah menggelar banyak kegiatan keumatan, seperti sunat massal di wilayah Muslim Papua, pengajian akbar, pelatihan jenazah, dan kegiatan peningkatan iman yang mendatangkan penceramah dari Jakarta. “Bakti kami untuk umat tidak berhenti pada sorotan ibadah, tapi juga dakwah dan pembangunan karakter. Bahkan kami pernah diberangkatkan haji dan umrah oleh pemerintah daerah atas dedikasi GMT,” kenangnya.
Mengakhiri sambutannya, Sarbanun mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menjaga kebersamaan, musyawarah, dan semangat dakwah, sembari memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dan OPD terkait. “Saya merasa sangat terhormat atas kepercayaan ini. Kepada seluruh pengurus kota dan kabupaten yang telah dilantik, bentuklah struktur lengkap di wilayah masing-masing, agar dakwah dan pembinaan umat dapat segera berjalan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa GMT hadir sebagai wadah yang menjunjung tinggi kerukunan umat beragama dan siap berkolaborasi dengan siapa pun demi kebaikan bersama. “Kami tidak punya niat politik. Niat kami adalah syiar, dakwah, dan persatuan umat,” pungkasnya. (ARY)


















































