Koran Online, KOTA SORONG-Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung dunia pendidikan di wilayah Papua Barat Daya, Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Hartono, secara resmi menyerahkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada pelajar di Kabupaten Sorong, Kamis,(31/07/25)
Peluncuran penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Hartono dalam menjalankan fungsinya sebagai wakil daerah yang turut bermitra dengan sejumlah kementerian, khususnya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
“Kami di Komite III DPD RI memiliki mitra kerja di bidang pendidikan. Tahun ini kami mendapat amanah untuk menyalurkan bantuan PIP, meskipun jumlahnya belum banyak. Ini adalah bentuk perhatian kami terhadap masa depan pendidikan anak-anak asli Papua,” ujar Hartono dalam sambutannya.
Program Indonesia Pintar (PIP) adalah program strategis pemerintah yang bertujuan untuk membantu peserta didik dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengakses pendidikan secara berkelanjutan. Program ini disalurkan dalam bentuk bantuan tunai pendidikan kepada pelajar SD, SMP, SMA/SMK melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Bantuan ini tidak hanya berfungsi sebagai penunjang biaya sekolah, tetapi juga membantu siswa dalam memenuhi kebutuhan penunjang lainnya seperti buku, perlengkapan sekolah, biaya transportasi, dan kegiatan ekstrakurikuler.
Berdasarkan data yang disampaikan Hartono, pada tahun 2025 ini, Komite III DPD RI berhasil memperjuangkan kuota bantuan PIP untuk 1.000 pelajar di wilayah Papua Barat Daya. Dari total tersebut, sebanyak 1.000 bantuan diberikan kepada anak-anak asli Papua, menunjukkan adanya perhatian khusus terhadap kelompok masyarakat yang sering kali berada di wilayah terpinggirkan dalam aspek pendidikan.
“Ini adalah awal. Ke depan, kami berharap kuota bantuan ini bisa terus ditingkatkan. Dukungan dan doa dari masyarakat sangat kami butuhkan untuk memperkuat upaya kami di tingkat nasional,” ujar Hartono
Pelaksanaan Program Indonesia Pintar memberikan berbagai manfaat penting, baik secara langsung maupun tidak langsung, terhadap kualitas pendidikan nasional, terutama di daerah-daerah dengan keterbatasan akses pendidikan seperti Papua Barat Daya. Beberapa manfaat utama antara lain:
1. Meningkatkan Partisipasi Sekolah
PIP secara nyata mampu menekan angka putus sekolah. Siswa yang sebelumnya berisiko tidak melanjutkan pendidikan karena kendala biaya kini bisa tetap bersekolah.
2. Membantu Pemerataan Pendidikan
Dengan menyasar daerah-daerah tertinggal dan masyarakat kurang mampu, program ini membantu menciptakan keadilan pendidikan di seluruh Indonesia.
3. Mendorong Kemandirian Pelajar
Dana yang diterima siswa dapat digunakan untuk kebutuhan belajar, sehingga siswa lebih mandiri dan bertanggung jawab terhadap pendidikannya sendiri.
4. Mendukung Target Pembangunan SDM Nasional
Dalam jangka panjang, PIP membantu pemerintah mencetak generasi muda yang cerdas, kompetitif, dan memiliki daya saing nasional maupun global.
Dalam penutup sambutannya, Hartono menegaskan bahwa pendidikan adalah pondasi utama dalam membangun sumber daya manusia unggul dan menjadi bagian dari investasi jangka panjang suatu bangsa. Terlebih di Papua Barat Daya, pendidikan menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.
“Ketika kita bicara tentang masa depan Papua, kita tidak bisa lepas dari pendidikan. Memberikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak bangsa adalah bentuk keadilan sosial yang harus kita perjuangkan bersama,” tutup Hartono.
Melalui kegiatan ini, masyarakat dan pemangku kepentingan diharapkan semakin memahami pentingnya peran serta dalam mendukung program-program pendidikan pemerintah. Hartono juga menyampaikan harapan agar semakin banyak tokoh dan lembaga yang berkontribusi aktif dalam memperjuangkan pendidikan, khususnya di wilayah Indonesia Timur. (ARY)


















































