Koran Online, SORONG – Puluhan kendaraan roda dua maupun roda empat terjaring dalam Operasi Dofior 2025 yang digelar di Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, Kamis pagi (17/07/25). Operasi ini dilakukan dalam rangka meningkatkan ketertiban berlalu lintas dan disiplin penggunaan kendaraan dinas serta pribadi, termasuk oleh aparatur negara.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIT dengan apel gabungan yang melibatkan lintas instansi, antara lain Dinas Perhubungan Kabupaten Sorong, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), dan Polisi Militer Angkatan Darat. Usai apel, petugas gabungan langsung melakukan penyisiran kendaraan yang melintas di kawasan padat aktivitas pagi hari tersebut.

Satu per satu kendaraan dihentikan dan diarahkan masuk ke area Alun-alun Aimas untuk menjalani pemeriksaan kelengkapan dokumen dan kondisi fisik kendaraan. Tak hanya pengendara umum, sejumlah aparatur sipil negara dan kendaraan dinas berpelat merah pun turut diperiksa. Bahkan, kendaraan dinas berpelat hijau milik TNI juga menjadi sasaran pengecekan oleh Polisi Mmenjadi

Dalam proses swiping tersebut, ditemukan beberapa pelanggaran, termasuk penggunaan kendaraan dinas di luar jam operasional, pelat nomor kendaraan yang tidak sesuai peruntukan, serta pengendara yang tidak mengenakan helm. Salah satu temuan mencolok adalah kendaraan milik seorang perwira TNI Angkatan Darat yang turut diamankan karena tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sorong, AKP Jopi Kewilaa, menjelaskan bahwa Operasi Dofior 2025 merupakan agenda tahunan yang bertujuan membangun budaya tertib berlalu lintas sekaligus mengawasi penggunaan fasilitas negara secara akuntabel.
“Kami tidak pandang bulu. Baik itu kendaraan pribadi, dinas, maupun yang digunakan oleh aparat, semua diperiksa sesuai aturan. Tentunya kami mematuhi aturan yang berlaku. Dimana kamipun turut dibantu oleh rekanan dari Polisi Militer untuk bersama-sama melakukan penegakan hukum dan pembinaan kedisiplinan,” ujarnya.
Operasi Dofior 2025 digelar sejak 14 Juli hingga 27 Juli mendatang, dan dijadwalkan menyasar sejumlah titik strategis lain di wilayah Kabupaten Sorong. Masyarakat diimbau untuk selalu melengkapi dokumen kendaraan, menggunakan helm, serta tidak menyalahgunakan fasilitas negara untuk keperluan pribadi.(BR)



















































