Koran Online,SORONG – Razia demi razia digelar. plang peringatan dipasang. Polisi lalu lintas tak pernah absen menertibkan. Namun, pemandangan pengendara sepeda motor tanpa helm dan tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM) seolah menjadi rutinitas harian di jalanan. Keselamatan tampaknya menjadi perkara sepele bagi sebagian warga padahal nyawa taruhannya.
Di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Sorong dan wilayah lain di Papua Barat Daya, pelanggaran berkendara masih tinggi. Terutama oleh pengendara roda dua. Saat razia dilakukan, petugas dengan mudah menjaring pengendara tanpa helm, tanpa SIM, bahkan ada yang kendaraannya tidak dilengkapi STNK atau menggunakan knalpot brong. Lebih ironis, sebagian dari mereka adalah pelanggar berulang.
“Kalau tahu cara bawa motor, harusnya tahu juga tanggung jawabnya,” kata kasatlantas polres Sorong AKP Jopi Kewilaa kepada media ini, Selasa (08/07/25)
Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Banyak kasus kecelakaan lalu lintas yang berujung maut justru bermula dari hal-hal sepele tidak mengenakan helm, ngebut di jalan sempit, atau rem kendaraan yang tak pernah diperiksa.
Data Kepolisian satuan lalu lintas menunjukkan mayoritas korban kecelakaan lalu lintas adalah pengendara motor usia produktif. Luka berat, cacat permanen, bahkan kematian menjadi akibat tragis dari sikap abai terhadap keselamatan. Tak menggunakan helm bukan hanya melanggar aturan, tapi juga meremehkan perlindungan diri sendiri.
Mengedukasi tanpa jemu adalah kunci. Di banyak negara, kesadaran berlalu lintas dibangun sejak bangku sekolah. Di Indonesia, edukasi kerap hadir sesekali dalam bentuk himbauan atau razia semusim. Padahal, yang dibutuhkan adalah konsistensi dan ketegasan dalam penegakan hukum.
Tak hanya polisi yang harus bekerja, tetapi juga orang tua, sekolah, dan lingkungan sosial. Surat kendaraan seperti SIM dan STNK bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bukti tanggung jawab bahwa pengendara siap dan layak mengendarai kendaraan secara sah dan aman.
Berkendara bukan sekadar soal gas dan rem. Ia adalah kesadaran kolektif: bahwa di jalan, keselamatan diri dan orang lain harus diutamakan. Maka, pertanyaannya sederhana kalau tak berhelm, tak berSIM, lalu mau selamat bagaimana?. (BR)


















































