Koran Online, SORONG– Kepedulian dan komitmen Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terhadap masyarakat Papua Barat Daya kembali menuai apresiasi. Kali ini, pujian datang dari pimpinan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Kabupaten Sorong, atas perhatian nyata Polri terhadap anak-anak Papua, khususnya dalam bidang sosial, pendidikan, dan ketertiban masyarakat.
Kepala SMAN 2 Kabupaten Sorong, Fice Loppies, S.Pd., menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan sosial berupa paket sembako dari Ketua Umum Bhayangkari, Ibu Juliati Sigit Prabowo, istri dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Sebagai pimpinan sekolah, saya sangat bersyukur dan memberikan apresiasi yang tulus kepada Ibu Kapolri. Dari jauh, beliau masih mau peduli dan melihat kondisi anak-anak Papua, khususnya di Tanah Moi ini,” ujar Fice Loppies saat ditemui di sekolah, Kamis (19/6).
Ia menilai, bantuan tersebut sangat bermanfaat, terutama bagi siswa-siswi yang berasal dari keluarga kurang mampu. Dari total 700 lebih siswa kelas X dan XI, pihak sekolah telah mengajukan 30 nama siswa OAP (Orang Asli Papua) yang benar-benar membutuhkan bantuan.
“Yang kami apresiasi adalah bagaimana Polres Aimas benar-benar turun langsung ke sekolah, tidak sekadar simbolik. Mereka meminta data konkret siswa yang layak menerima, dan itu langkah yang jarang dilakukan oleh instansi lain,” kata Fice.
Lebih jauh, Fice Loppies mengapresiasi kinerja Polri di Kabupaten Sorong secara menyeluruh. Menurutnya, Polri tidak hanya hadir ketika terjadi masalah, tetapi juga proaktif membangun hubungan baik dengan lembaga pendidikan, tokoh adat, dan masyarakat lokal.
“Kami melihat Polri di Sorong, khususnya Polres Aimas, sangat responsif dan profesional. Setiap ada persoalan di sekolah, entah itu perkelahian antarsiswa atau gangguan dari luar, mereka hadir cepat dan tidak pernah menunda,” jelasnya.
Ia juga menyoroti kinerja satuan lalu lintas yang aktif dalam operasi penertiban kendaraan, terutama yang dikendarai oleh pelajar yang belum memenuhi syarat hukum.
“Ini penting. Banyak anak-anak sekolah yang belum cukup umur tetapi membawa motor ke sekolah. Polisi tidak tinggal diam, mereka lakukan penindakan yang mendidik. Ini membentuk karakter disiplin sejak dini,” tambahnya.
Selama ini, Polri juga berperan penting dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat adat. Mereka aktif melakukan pendekatan dialogis, bahkan ikut terlibat dalam mediasi konflik adat, pengamanan ibadah, hingga pengawalan kegiatan pembangunan.
“Keberadaan Polri benar-benar membuat kami merasa aman. Terutama dalam situasi tertentu seperti ujian nasional, kegiatan sekolah besar, atau penerimaan siswa baru. Polri hadir, bukan hanya dalam bentuk fisik, tapi juga sebagai mitra pendidikan,” ujar Fice.
Pihaknya berharap, sinergi antara Polri dan dunia pendidikan di Papua Barat Daya terus ditingkatkan. Termasuk dalam hal pencegahan kenakalan remaja, penyuluhan narkoba, serta pembinaan karakter siswa di sekolah.
“Bravo Polri! Teruslah mengabdi dengan hati dan hadir di tengah-tengah masyarakat. Kepedulian seperti ini sangat berarti bagi masa depan anak-anak Papua,” pungkasnya.


















































