Koran online, SORONG – Setelah resmi dilantik sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Papua Barat Daya, Marhaban Istiqama Ode langsung menggaungkan semangat gerakan hijau melalui program Sustainable Green Leadership (SGL). Pelantikan yang berlangsung pada Senin, 16 Juni 2025 itu menjadi titik tolak awal perjuangan IPPNU di provinsi termuda Indonesia.
Ketua Umum Pimpinan Pusat IPPNU, Whasfi Velasufah, hadir langsung untuk melantik pengurus baru. Dalam suasana khidmat namun penuh semangat, Marhaban menyampaikan bahwa meski kepengurusan IPPNU Papua Barat Daya masih sangat baru, semangat dari seluruh kader dan pengurus tidak pernah padam.
“Program Sustainable Green Leadership ini merupakan bentuk kemitraan antara IPPNU Papua Barat Daya dan Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan Provinsi Papua Barat Daya. Ini adalah upaya kami mencetak generasi muda yang peduli lingkungan dan berani mengambil aksi nyata untuk menyelamatkan alam,” ujar Marhaban kepada media ini.
Sebagai bagian dari pelaksanaan program SGL tahun ini, IPPNU Papua Barat Daya menggagas berbagai kegiatan yang bersifat edukatif dan partisipatif. Di antaranya adalah Green’s Reels Competition, sebuah lomba video pendek bertema lingkungan yang ditujukan bagi pelajar dan mahasiswa se-Papua Barat Daya.
Selain itu, dihelat pula Talkshow Lingkungan dengan tema “Mikroplastik: Ancaman Tersembunyi di Perairan Kita”. Kegiatan ini dirangkaikan dengan agenda Pelantikan dan Rapat Kerja Pimpinan Wilayah IPPNU Papua Barat Daya, sebagai rangkaian awal perencanaan strategis organisasi.
“Pelantikan hari ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah momentum untuk memperkuat sinergi dan mempertegas komitmen kami sebagai pelajar putri NU dalam menjawab tantangan zaman,” jelas Marhaban.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda hari ini bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga perubahan iklim, krisis lingkungan, serta isu-isu sosial seperti literasi, kesetaraan gender, dan bullying.

Marhaban menyatakan bahwa IPPNU Papua Barat Daya terbuka untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Ia menyebut bahwa ke depan, organisasi yang dipimpinnya akan aktif menjangkau kolaborasi lintas sektor dalam isu-isu strategis.
“Kami tidak ingin hanya fokus pada penguatan internal organisasi, tetapi juga menebar semangat kebermanfaatan bagi pelajar dan masyarakat luas,” katanya.
IPPNU Papua Barat Daya mengajak seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, komunitas lingkungan, hingga masyarakat sipil untuk bersama-sama mendorong gerakan perubahan positif di tanah Papua.
“Kami percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. IPPNU ingin menjadi bagian dari gerakan itu. Menjadi rumah yang mendorong pelajar putri untuk tumbuh, berdaya, dan berani bersuara,” pungkas Marhaban.(ARY)


















































