Koran Online, SORONG – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Sorong, Junita Linda Kamuru, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap program pemerintah yang mendorong pengurangan konsumsi nasi melalui gerakan Non-nasi. Program ini dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun kebiasaan pola makan yang sehat dan berimbang, sebagai bagian dari upaya besar menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut Junita, ketergantungan masyarakat pada nasi sebagai sumber utama karbohidrat perlu diimbangi dengan pemanfaatan pangan lokal seperti ubi, jagung, sagu, dan kentang. Diversifikasi konsumsi pangan ini bukan hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga mendidik masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari.
“Gerakan Non-nasi adalah langkah cerdas untuk menyiapkan generasi yang sehat dan cerdas. Ini bukan sekadar soal makanan, tapi soal masa depan bangsa. Pola makan yang baik adalah fondasi menuju Indonesia Emas yang kuat, mandiri, dan berdaya saing,” tegas Junita dalam kegiatan lomba cipta menu dipasar mariat.Kamis (12/06/25).
Ia menambahkan bahwa TP-PKK Kabupaten Sorong siap menjadi mitra aktif pemerintah dalam menyosialisasikan program ini ke seluruh lapisan masyarakat, mulai dari rumah tangga hingga institusi pendidikan. Pelatihan, penyuluhan, dan kampanye makan sehat akan terus digencarkan.
“Menuju Indonesia Emas bukan hanya tugas pemerintah pusat. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, dimulai dari rumah tangga yang sehat. Dengan perubahan kecil seperti mengurangi nasi dan memilih makanan lokal yang bergizi, kita sedang membangun masa depan yang lebih baik untuk anak cucu kita,” lanjutnya.
Program ini mendapat respons positif dari masyarakat yang mulai terbuka terhadap pilihan pangan alternatif demi kesehatan dan kesejahteraan jangka panjang.(DWA)


















































