Koran Online, SORONG – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak-anak dan remaja mendorong Polres Sorong, melalui Satuan Lalu Lintas, untuk mengambil langkah preventif. Salah satunya dengan menggelar kegiatan sosialisasi tertib berlalu lintas yang dilaksanakan di SMP Negeri 3 Mariyai, SP 1, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (10/06/25)
Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya keselamatan di jalan raya, terutama bagi pelajar yang mulai aktif menggunakan kendaraan bermotor. Sosialisasi tersebut dipimpin langsung oleh Ipda I Komang Elyana Supandi, S.H., yang menjelaskan secara rinci berbagai bahaya dan dampak buruk jika anak-anak yang belum cukup umur nekat mengendarai sepeda motor.
“Anak di bawah umur secara hukum belum diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor karena belum memiliki SIM. Secara psikologis dan fisik, mereka juga belum cukup matang untuk mengambil keputusan cepat di situasi darurat. Ini membuat mereka sangat rentan mengalami kecelakaan, bahkan bisa mengakibatkan luka serius hingga kematian,” jelas Ipda I Komang dalam paparannya didepan puluhan siswa.
Sebagai bentuk perhatian dan dukungan penuh dari pimpinan Polres Sorong, Kapolres Sorong AKBP Edwin Parsaoran, S.I.K., M.I.K. melalui Kasat Lantas AKP Jopi Kewilaa, turut menyampaikan himbauan penting kepada seluruh masyarakat, khususnya orang tua dan pihak sekolah, agar lebih waspada dan tidak membiarkan anak-anak yang belum cukup umur mengendarai sepeda motor.
“Sesuai dengan peraturan perundang-undangan, usia minimal yang diperbolehkan untuk mengendarai kendaraan bermotor adalah 17 tahun dengan syarat telah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) C. Kami mengingatkan bahwa membiarkan anak di bawah umur mengendarai motor bukan hanya melanggar hukum, tapi juga sangat berisiko terhadap keselamatan jiwa anak,” tegas AKP Jopi Kewilaa.
Ia juga menambahkan bahwa banyak kasus kecelakaan yang menimpa anak usia sekolah disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap lalu lintas, penggunaan kendaraan tanpa perlengkapan keselamatan, dan kurangnya pengawasan dari orang tua.
Sebagai bagian dari kegiatan, diselenggarakan pula kuis interaktif yang melibatkan seluruh siswa-siswi SMP N 3 Mariyai. Para peserta tampak antusias menjawab pertanyaan seputar rambu lalu lintas, penggunaan helm yang benar, dan aturan dasar berkendara di jalan raya. Beberapa siswa yang berhasil menjawab dengan benar diberikan hadiah berupa helm berstandar SNI sebagai bentuk apresiasi sekaligus edukasi tentang pentingnya perlindungan kepala saat berkendara.
Kepala Sekolah SMP N 3 Mariyai kepada Koran Online mengapresiasi langkah Polres Sorong yang peduli terhadap keselamatan peserta didik. Ia berharap kegiatan serupa bisa terus dilakukan secara berkala.
“Ini adalah langkah edukatif yang sangat penting. Kami sangat mendukung upaya Polres Sorong dalam memberikan pemahaman kepada siswa agar sadar akan risiko kecelakaan, dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Polres Sorong berharap angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak-anak usia sekolah dapat ditekan secara signifikan. Edukasi sejak dini menjadi kunci untuk menciptakan generasi muda yang taat hukum dan peduli keselamatan di jalan raya.(ARY)


















































