Koran Online, SORONG– Sebanyak 231 kepala kampung dari 32 distrik resmi dikukuhkan, sementara 8 kepala kampung lainnya turut dilantik secara langsung oleh Bupati Sorong, Dr. Johny Kamuru, SH., M.Si dalam sebuah upacara yang digelar di Malak Ballroom Convention Center, Kamis (5/6/25).

Dalam sambutannya, Bupati Johny Kamuru menyampaikan bahwa pelantikan dan pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan merupakan wujud kepercayaan masyarakat serta tanggung jawab besar yang diemban oleh para kepala kampung sebagai pelayan rakyat di akar rumput.
“Pelantikan ini adalah bentuk pengakuan atas amanah masyarakat. Jabatan ini bukan hadiah, tetapi kepercayaan yang harus dijalankan dengan hati dan integritas,” ujar Bupati Kamuru di hadapan para tamu undangan dan kepala kampung yang baru dilantik maupun dikukuhkan.
Mengacu pada kebijakan nasional, masa jabatan kepala kampung kini diperpanjang selama dua tahun. Artinya, selain pelantikan kepala kampung baru, 231 kepala kampung yang masa jabatannya diperpanjang telah dikukuhkan kembali untuk melanjutkan tugas mereka dalam membangun desa masing-masing.
“Perpanjangan masa jabatan ini adalah kebijakan dari pemerintah pusat yang berlaku secara nasional. Tapi perlu saya tekankan, jabatan bukan berarti kekuasaan tak terbatas. Regenerasi kepemimpinan tetap penting dan harus berjalan sesuai aturan,” tegas Bupati Kamuru.
Bupati Kamuru juga memaparkan rencana strategis pembangunan desa ke depan, termasuk penerapan program nasional Koperasi Merah Putih. Ia menjelaskan bahwa koperasi ini akan dibentuk di setiap kampung, atau kelompok kampung terdekat, sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Koperasi Merah Putih adalah program pusat. Setelah terbentuk, akan diajukan kredit melalui sistem perbankan. Tapi semua tetap menunggu petunjuk teknis selanjutnya. Kami ingin setiap kampung bisa mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Bupati Sorong juga menyoroti pentingnya infrastruktur dasar di kampung-kampung, seperti akses jalan, air bersih, rumah layak huni, dan tempat ibadah. Ia menyebut bahwa tahun depan pembangunan infrastruktur di kampung akan menjadi prioritas utama.
“Tanpa jalan yang baik, semua pembangunan lain akan terhambat. Maka jalan adalah prioritas, disusul air bersih, rumah ibadah, dan rumah tinggal,” ucapnya.
Di wilayah perkotaan seperti Aimas, Bupati juga menekankan penanganan banjir sebagai salah satu tantangan utama pemerintah daerah.
Di akhir sambutannya, Bupati Johny Kamuru menyampaikan pesan moral yang kuat, mengutip pernyataan Presiden Senegal sebagai inspirasi. Ia mengingatkan bahwa pemimpin bukan untuk diagungkan, melainkan untuk melayani.
“Presiden Senegal berkata, ‘Saya tidak butuh foto saya dipajang di kantor. Yang harus kalian lihat setiap hari adalah foto anak dan istri kalian, supaya kalian ingat untuk tidak korupsi.’ Pesan ini relevan bagi kita semua,” tutur Kamuru dengan penuh haru.
Ia juga berharap para kepala kampung yang baru dilantik dan dikukuhkan bisa menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat, dengan sepenuh hati dan menjunjung tinggi integritas.
“Kalau kepala kampung bekerja dengan baik, nilainya di mata rakyat sama mulianya dengan bupati. Bahkan bisa lebih. Karena pelayanan sejati tidak diukur dari jabatan, tapi dari ketulusan dan kerja nyata,” pungkasnya. (ARY)


















































