SORONG, Koran Online – Peristiwa tragis terjadi di Distrik Malabotom, Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Seorang pria bernama Tri Mulyono, warga SP 3, dilaporkan hilang setelah diduga diterkam buaya saat memancing di tepi Sungai Klagulu, pada Selasa malam (13/5/25) sekitar pukul 21.00 WIT.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah saksi dan laporan warga menyebutkan bahwa saat kejadian, korban sedang memancing seorang diri di pinggiran sungai yang memang dikenal sebagai habitat buaya. Tiba-tiba terdengar suara teriakan, namun saat warga mendatangi lokasi, korban sudah tidak ditemukan. Hanya peralatan pancing dan barang-barang pribadi korban yang tersisa di tepi sungai.
Kapolsek Klamono, Ipda Yunan Yunus Ramba, membenarkan adanya laporan kehilangan tersebut dan menduga kuat bahwa korban menjadi mangsa buaya.
“Benar, saat ini kami menduga kuat korban diterkam buaya saat memancing. Kami telah mengerahkan tim gabungan yang terdiri dari personel Basarnas, Polsek Klamono, Koramil Klamono, dan dibantu warga setempat untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian,” ungkap Ipda Yunan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Rabu (14/5/25).
Menurutnya, pencarian telah dimulai sejak malam kejadian dan masih terus berlangsung hingga hari ini. Tim penyelamat menyusuri aliran sungai menggunakan perahu karet dan juga menyisir pinggiran sungai secara manual. Namun hingga berita ini diturunkan, keberadaan korban masih belum diketahui.
“Untuk saat ini kami belum bisa memberikan laporan lengkap karena seluruh tim masih fokus melakukan pencarian di lapangan. Kami akan menyampaikan informasi selengkapnya setelah kegiatan pencarian hari ini selesai,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Distrik Klamono, Oktofianus Kolin, juga membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut korban merupakan warganya yang dikenal aktif dalam kegiatan sehari-hari di kampung.
“Korban bernama Tri Mulyono, warga kami di SP 3. Kami sangat prihatin atas kejadian ini.,” ucap Oktofianus.
Pihak distrik bersama tokoh adat setempat juga telah melakukan prosesi adat di sekitar lokasi kejadian, sebagai bentuk penghormatan terhadap alam serta memohon agar proses pencarian dimudahkan dan korban dapat segera ditemukan.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi seluruh masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan sungai di Distrik Malabotom dan wilayah sekitarnya. Sungai Klagulu diketahui merupakan salah satu habitat alami buaya muara yang dapat sangat berbahaya, terlebih di malam hari ketika penglihatan manusia terbatas, sementara buaya justru lebih aktif.
Kapolsek Klamono dan Kepala Distrik mengimbau seluruh warga untuk lebih waspada dan menghindari aktivitas di area sungai, terutama di waktu-waktu rawan seperti malam hari. Pemasangan tanda peringatan bahaya dan sosialisasi bahaya buaya akan kembali digencarkan dalam waktu dekat.
“Kami berharap masyarakat bisa lebih sadar akan bahaya di lingkungan sekitar. Jangan sampai ada korban lagi. Kami juga berencana menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat dan adat untuk membahas langkah-langkah pencegahan jangka panjang,” pungkas Oktofianus Kolin.
Masyarakat diimbau untuk segera melapor kepada aparat setempat apabila melihat tanda-tanda keberadaan buaya di permukiman, dan menghindari sungai jika tidak dalam kondisi sangat penting.
Pihak kepolisian, TNI, Basarnas, dan warga setempat akan terus melakukan pencarian. Doa dan dukungan dari masyarakat pun terus mengalir bagi keluarga korban yang tengah dirundung duka.(ARY)


















































