Koran Online, SORONG –Kehadiran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Tahun Anggaran 2025 di Kampung Jeflio, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Program ini dinilai membawa dampak nyata terhadap percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan warga pedesaan.
Salah satu warga Kampung Jeflio, Ibu Linda, mengungkapkan rasa syukurnya atas pelaksanaan TMMD yang menurutnya merupakan program pertama yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di kampungnya.
“Saya bangga dan senang, ini pertama kali ada program sebesar ini di kampung kami. Kegiatan fisiknya benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” ungkapnya kepada Koran Online, Selasa (6/5/2025).
Program fisik TMMD kali ini meliputi rehabilitasi sembilan unit rumah tidak layak huni, pembangunan lima titik sumur bor, perbaikan dua unit kamar keluarga, serta pembukaan lahan ketahanan pangan seluas dua hektare. Selain itu, TMMD juga menginisiasi penanaman 500 pohon mangrove dan 2.500 pohon kayu sebagai upaya pelestarian lingkungan.
Di sektor kesehatan, TMMD turut membagikan 100 paket bantuan gizi guna menekan angka stunting. Sementara kegiatan non-fisik yang dijalankan mencakup penyuluhan wawasan kebangsaan, hukum dan kamtibmas, pertanian, perikanan, kesehatan, program keluarga berencana (KB), serta edukasi tentang stunting dan gizi.
Linda juga memuji sikap para anggota TNI yang aktif dan ramah selama berada di Kampung Jeflio. “Mereka tidak hanya membantu secara fisik, tapi juga bisa berbaur dengan warga. Ini membuat kami merasa dihargai dan dilibatkan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Suku dan tokoh adat Kampung Jeflio, Herman Fadan, menyatakan bahwa program TMMD sangat bermanfaat bagi masyarakat. Ia menilai pembangunan yang dilakukan membawa harapan baru bagi warga.
“Manfaatnya sangat besar. Masyarakat bisa langsung merasakan dampaknya, apalagi pembangunan rumah seperti ini terakhir dilakukan sudah sangat lama,” jelasnya.
Menurut Herman, selain pembangunan rumah dan infrastruktur dasar, program ini juga memberikan perhatian pada aspek sosial dan budaya, termasuk penyuluhan stunting dan kegiatan kebangsaan yang penting bagi generasi muda.
Ia juga mengingatkan bahwa masih terdapat banyak kebutuhan mendesak di Kampung Jeflio, seperti pemenuhan rumah layak huni. “Saya terima laporan, satu rumah bisa dihuni oleh lima sampai enam kepala keluarga. Ini sangat tidak ideal,” tuturnya.
Lebih lanjut, Herman menegaskan dukungan penuh masyarakat adat terhadap pembangunan. Ia memastikan bahwa persoalan status tanah adat bukan menjadi penghalang selama pembangunan dilakukan demi kesejahteraan masyarakat.
“Sepanjang itu untuk kebaikan dan kebutuhan warga, kami dukung penuh,” tegasnya.
Herman juga berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap sektor pertanian dan perikanan. Menurutnya, potensi geografis Kampung Jeflio sangat mendukung dua sektor tersebut, namun hingga kini belum ada dukungan maksimal dari pemerintah.
“Kampung kami sangat strategis untuk pertanian dan perikanan. Tapi kami butuh dukungan nyata, bukan hanya janji,” katanya mengakhiri.
TMMD ke-124 menjadi bukti sinergi nyata antara TNI dan masyarakat dalam membangun desa dari pinggiran, sejalan dengan visi pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (ARY)


















































