Koran Online,SORONG Sebanyak 77 calon jamaah haji asal Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, siap diberangkatkan ke Tanah Suci pada pertengahan Mei 2025. Acara pelepasan digelar di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sorong, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh seorang qariahqariah, Rabu (30/04/25)
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sorong, Fanjte Burdam, dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh jamaah telah memenuhi persyaratan administrasi, kesehatan, dan spiritual untuk menjalankan ibadah haji.
“Jamaah telah menyelesaikan pelunasan biaya haji, mengikuti bimbingan manasik, serta menjalani pemeriksaan kesehatan dan pengurusan dokumen. Mereka siap diberangkatkan secara fisik dan mental,” ujarnya.
Dari total 77 jamaah, 40 orang adalah laki-laki dan 37 perempuan. Jamaah tertua berusia 81 tahun dan yang termuda berusia 27 tahun. Sebanyak 71 jamaah tergabung dalam kloter 23, dan enam lainnya masuk dalam kloter 25, bersama jamaah dari daerah lain di Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Pemberangkatan dijadwalkan dimulai pada Kamis, 15 Mei 2025. Jamaah akan berangkat dari Sorong ke Makassar menggunakan pesawat Sriwijaya Air pukul 02.10 WIT, menginap satu malam di Hotel Dalton Makassar, dan masuk asrama haji pada Jumat, 16 Mei. Keberangkatan ke Jeddah akan berlangsung pada Sabtu, 17 Mei pukul 19.10 WITA, dan dijadwalkan tiba di Arab Saudi pada Minggu pagi, 18 Mei.
“Jamaah Sorong akan kembali ke tanah air pada Jumat, 27 Juni 2025, dan tiba kembali di Sorong dua hari kemudian, Minggu, 29 Juni. Mereka akan langsung mengikuti proses penerimaan haji di Kantor Kemenag Sorong,” jelas Fanjte.
Wakil Bupati Sorong, Ahmad Sutedjo, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga niat dan kesiapan fisik. Ia juga mengingatkan agar jamaah menjaga sikap dan kesabaran selama di Tanah Suci.
“Niatkan haji ini semata-mata karena Allah SWT. Jangan ada rasa ingin membanggakan diri. Semua harus lillahi ta’ala,” kata Sutedjo.
Ia juga menyoroti pentingnya kesehatan, mengingat ibadah haji sangat mengandalkan kekuatan fisik. “Ibadah haji itu 70 persen fisik. Sekali umrah saja bisa menempuh jarak 7 hingga 8 kilometer. Belum lagi perjalanan saat di Mina dan Arafah. Maka jagalah kesehatan dan jangan memaksakan diri,” pesannya.
Sutedjo juga berpesan agar jamaah menjaga lisan dan emosi. “Selama haji, hindari ucapan yang buruk, jangan mudah marah, dan jauhi perdebatan. Di sana, kesabaran adalah kunci,” ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Sorong turut mendukung keberangkatan jamaah dengan menyediakan bantuan biaya transportasi dan akomodasi setiap tahun. Dukungan ini diharapkan dapat meringankan beban para jamaah dan meningkatkan kenyamanan dalam menjalankan ibadah. (ARY)


















































